Thursday, April 30, 2015

Book Review: To All the Boys I've Loved Before (To All the Boys I've Loved Before, #1) by Jenny Han

Penulis: Jenny Han
Penerjemah: Selsa Chintya
Penerbit: Penerbit Spring
Tebal: 382
Format: Paperback
Terbit: April, 2015
Harga: Rp44.800 (TokoBuku by SCOOP)
Rating: 3 / 5 stars
Date started: 29 April 2015 - Date finished: 30 April 2015

Sinopsis:
Lara Jean menyimpan surat-surat cintanya di sebuah kotak topi pemberian ibunya.
Surat-surat itu bukan surat cinta yang ditujukan untuknya, tapi surat yang ia tulis. Ada satu surat untuk setiap cowok yang pernah ia cintai—totalnya ada lima pucuk surat. Setiap kali menulis, ia mencurahkan semua perasaannya. Ia menulis seolah-olah mereka tidak akan pernah membacanya karena surat itu memang hanya untuk dirinya sendiri.
Sampai suatu hari, semua surat-surat rahasianya itu tanpa sengaja terkirimkan—entah oleh siapa.
Saat itu juga, kehidupan cinta Lara Jean yang awalnya biasa-biasa saja menjadi tak terkendali. Kekacauan itu melibatkan melibatkan semua cowok yang pernah ia tulis di surat cintanya—termasuk cinta pertamanya, pacar kakaknya, dan cowok terkeren di sekolah.
Review:
Lara Jean Song Covey adalah anak kedua dari tiga bersaudara keluarga Covey. Dia memiliki seorang kakak bernama Margot dan seorang adik bernama Katherine (biasa dipanggil Kitty). Ibu mereka sudah meninggal saat mereka kecil dan sekarang mereka hanya tinggal berempat bersama ayah mereka. Lara, Margot, Kitty adalah tiga karakter yang berbeda satu sama lain. Margot adalah orang yang teratur dan pintar. Lara Jean adalah orang yang feminim, suka memasak, dan pemalu. Kitty adalah anak yang lincah, cerewet, dan sporty.

Para kakak-beradik Song ini sangat dekat antara satu sama lain tapi Margot dan Lara Jean memiliki hubungan yang lebih erat karena umur mereka yang tak berbeda jauh. Secara otomatis Lara Jean merasa takut akan ditinggalkan Margot kuliah di Skotlandia. Ditambah lagi sebelum berangkat ke Skotlandia, Margot memutuskan hubungan dengan pacarnya Josh yang juga secara diam-diam pernah disukai Lara Jean.

Banyak laki-laki yang disukai Lara Jean tapi tidak bisa menjadi miliknya, untuk itu Lara Jean suka menuangkan perasaannya terhadap laki-laki tersebut di sebuah surat yang dia simpan di sebuah kotak topi pemberian mendiang ibunya. Tiba-tiba pada suatu hari surat-surat tersebut terkirim secara tidak sengaja kepada semua laki-laki yang pernah dia cintai, termasuk mantan pacar kakaknya Josh dan laki-laki paling tampan di sekolah, Peter Kavinsky.
Surat-surat cintaku itu bukan seperti surat cinta pada umumnya. Semua kutulis di saat aku tidak ingin mencintai mereka lagi. Semua kutulis sebagai salam perpisahan. Karena setelah menulisnya, aku tidak lagi dikuasai rasa cinta yang menghabiskan segalanya.
Oke, tadi itu sedikit potongan ceritanya yang bisa aku bagikan pada kalian. Sejujurnya aku ingin sekali mencintai buku ini karena ratingnya yang tinggi di Goodreads dan resensi orang-orang yang memberikan rata-rata empat bintang untuk buku ini. Tapi pada akhirnya aku hanya bisa bilang aku "suka" saja dengan buku ini.

Banyak hal yang kusukai dari buku ini. Salah satunya, aku menyukai unsur kekeluargaan yang sangat kental di buku ini. Keluarga Covey adalah keluarga yang bisa dibilang sangat harmonis, mereka memiliki tradisi-tradisi yang unik sekali, dan aku suka membaca hubungan kakak-beradik Song. Aku juga menyukai hubungan antara para karakter dengan satu sama lain disini terutama hubungan Lara Jean dan Peter Kavinsky, mereka cocok sekali untuk satu sama lain daripada Lara Jean sama Josh.

Cerita ini diambil dari sudut pandang orang pertama dimana kita menjadi sosok Lara Jean. Alur ceritanya maju dan terkadang juga ada flashback-flashback kenangan Lara Jean dulu. Porsi munculnya tiap karakter sudah pas menurutku, aku tidak merasa ada karakter spesifik yang aku inginkan untuk muncul lebih lama atau bagaimana. So that's a good thing.
Cinta itu menakutkan. Cinta berubah. Cinta tidak bisa menghilang. Itulah bagian dari risikonya.
Yang aku kurang sukai disini adalah ceritanya menurutku terkesan dipanjang-panjangkan, ceritanya memang konsepnya dibangun dari ide yang sederhana dan berujung pada konflik yang sederhana juga. Aku menganggap seharusnya buku ini menjadi satu buku saja seharusnya cukup untuk mencapai sebuah ending yang memuaskan, mungkin hanya tinggal ditambahkan beberapa bab lagi tak perlu menjadikan buku ini sebuah duologi. Menurutku sendiri juga eksekusi endingnya kurang "nggantung" pada pembaca. Aku juga pikir kalau cara mengetahui penyebab konfliknya biasa saja (saat mengetahui siapa yang mengirim surat-surat Lara Jean). 

Betul-betul bacaan yang cocok untuk orang yang ingin mencari bacaan ringan, pembaca yang suka buku-buku kekeluargaan, dan pembaca novel romantis yang manis. Buku ini didapatkan dari TokoBuku by SCOOP. Lagi-lagi pengirimannya cepat dan memuaskan. Kali ini aku mendapatkan stiker dari Kobu yang nantinya bisa digunakan untuk mendapatkan diskon 30% apabila ditempel di tempat-tempat tertentu. Aku tak sabar ingin mencobanya! Terima kasih Kobu untuk bukunya!!

© books-over-all ©

2 comments:

  1. Hmm aku malah suka dengan buku ini karena bahasanya ringan, aku baca yg versi english dan termasuk salah satu novel contemporary favoritku, dan kuakui memang bener buku ini jd terkesan dipanjang-panjangkan karena bakalan ada buku selanjutnya :(

    Oh ya kak, beli di scoop itu lama nggak sih dikirimnya? kemarin baca-baca di internet banyak yg bilang ngirimnya lama, bener nggak sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa emang ringan bukunya, aku bukan ngga suka tapi biasa aja sama bukunya hehehe mungkin yang english lebih enjoyable buat dibaca kali ya :)) memang, sebenarnya bisa selesai 1 buku saja menurutku.

      Kalo beli buku di scoop, aku sendiri baru 2 kali beli di scoop dan ngga lama kok pengirimannya. Waktu aku pertama kali beli itu bukunya udah dateng duluan siang, sorenya baru diemail sama scoop kasitau nomer resi. Sejauh ini buatku sih scoop ga mengecewakan kok :))

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...