Monday, January 12, 2015

Book Review: Shift (Shift, #1) by Kim Curran

Penulis: Kim Curran
Penerjemah: Indriani Grantika
Penerbit: Grantika Publishing
Tebal: 359
Format: Paperback
Terbit: Mei, 2014
Harga: Rp 58,650 (BukaBuku)
Rating: 3 / 5 stars

Date started: 3 Januari, 2015 - Date finished: 11 Januari, 2015

Sinopsis:
Setelah tanpa sengaja menggunakan kekuatan yang tanpa dia sadari dimilikinya untuk mengubah kenyataan, Scott Tyler baru menyadari bahwa dirinya adalah seorang Pengalih—seseorang yang memiliki kemampuan untuk membatalkan segala keputusan yang telah dijalaninya, dan secara otomatis membangun versi kenyataan baru yang dapat mengubah keadaan saat ini hanya dengan kekuatan pikiran.
Mulanya, Scott mengira kemampuannya itu adalah hal luar biasa yang akan membuat kehidupannya menjadi menyenangkan. Namun seiring waktu berlalu, dia menyadari ada konsekuensi yang mengiringi setiap pembatalan keputusan. Konsekuensi buruk yang tidak bisa diprediksi. Hidupnya menjadi kacau balau dan seseorang yang disayanginya tewas hanya karena dia membatalkan satu keputusan di masa lalunya. Dan yang lebih buruk lagi, belakangan dia menyadari keberadaan sebuah kelompok yang ingin merebut kekuatan para Pengalih dengan cara sadis.
Dalam dunia di mana segala sesuatunya dapat diubah dengan pikiran semata, Scott harus berhati-hati dengan setiap keputusan yang diambilnya.
Review:
Cerita Shift ini dimulai dengan tokoh utama kita Scott Tyler yang ditantang oleh temannya untuk memanjat pylon sampai ke puncaknya untuk membuktikan bahwa dia bukanlah pengecut. Scott bersedia melakukannya, namun pada saat ia hampir sampai puncaknya ia terjatuh. Anehnya disaat Scott jatuh dia tidak jatuh di dekat pylon tetapi malah di luar pagar daerah pylon tersebut, hanya memar sedikit, dan teman-temannya mengejeknya karena tidak bisa memanjat pylon sampai puncaknya padahal dia telah hampir mencapai puncaknya sebelumnya.

Ini yang namanya pylon [source]

Disinilah Scott bertemu Aubrey dan mengetahui bahwa dirinya adalah seorang Pengalih—seseorang yang memiliki kemampuan untuk mengubah realita dengan cara membatalkan suatu keputusan yang diambil. Aubrey sendiri adalah seorang Pelacak yang bertugas menemukan para Pengalih dan ketika dia menemukan Scott, dia heran karena Scott tidak menyadari kemampuannya itu padahal anak-anak lain seumurannya yang memiliki kekuatan yang sama sudah mulai mengikuti pelatihan. Aubrey pun mengajarkan segala yang perlu diketahui tentang dunia peralihan mulai dari ARES (Agensi Regulasi dan Evakuasi Pengalih) yang merupakan badan negara untuk para pengalih dan SLP (Satuan Liberasi Pengalih) yang merupakan kelompok pemberontak ARES.
"Shifter atau Pengalih punya kemampuan untuk Mengalihkan kenyataan. Dengan Mengalihkan kenyataan, Pengalih menciptakan kenyataan baru di sekitarnya. Kita bisa membatalkan keputusan yang sudah kita ambil, menyusuri jalan yang tadinya tidak kita lalui, dan mengubah keadaan saat ini."
Mungkin setelah membaca sinopsis dari buku maupun ringkasan cerita dariku masih agak susah untuk membayangkan bagaimana cara kerja suatu peralihan itu. Visualisasi yang mungkin bisa membantu adalah mirip seperti adegan film Premium Rush di saat Joseph Gordon-Levitt ada di persimpangan jalan dia bisa mengkalkulasikan jalan mana yang paling baik untuk diambil. Sama seperti kekuatan seorang Pengalih disini, mereka bisa merubah keputusan yang mereka ambil sebelumnya yang berhubung dengan suatu kejadian dan merubah hasil akhir kejadian itu.

Sebenarnya, konsep cerita yang diusung di novel ini sangat menarik. Dunia dimana ada beberapa orang yang bisa merubah keputusan buruk yang pernah dilakukan, tentunya aku juga mau memiliki kemampuan itu dan merubah segala keputusan buruk yang telah aku lakukan di masa lalu tapi sesuai dengan aturan buku ini aku tidak bisa karena selain hal itu tidak nyata, hanya anak-anak dan remaja hingga umur 20 tahun yang memiliki kemampuan ini setelah itu mereka melalu proses yang dinamai entropi—fase dimana kekuatan mereka mulai menghilang.
"Aku mendapat dorongan kuat untuk menciummu. Rasanya seolah-seolah kalau aku tidak menciummu, dunia akan berakhir."
Jika kalian bertanya kepadaku buku ini termasuk dalam novel genre apa aku tidak akan menjawab novel dystopian itu tidak benar karena tidak ada tanda-tanda tatanan dunia baru setelah suatu kehancuran di buku ini. Novel ini lebih ke sci-fi fantasy pastinya untuk young adult mengingat karakter-karakter di buku ini kebanyakan masih bersekolah.

Novel ini diceritakan melalui sudut pandang pertama, kita disini berperan sebagai Scott dan alurnya termasuk alur maju. Cerita di buku ini termasuk slow-paced dan kurang adegan action yang seru dan membutuhkan waktu yang lama untukku menyelesaikannya. Di buku pertama ini kita lebih diajak untuk mengenal dunia peralihan dan juga bagaimana perjalanan Scott menjadi Pengalih yang baik.

Adegan-adegan seru baru dikeluarkan di bagian terakhir buku ini jadi mungkin untuk beberapa orang ada yang keburu hilang semangat duluan melanjutkannya. Ada plot twist di bagian akhir buku ini yang menurutku adalah a nice surprise, dan pertunjukan kekuatan Scott di bagian akhir baru memacu semangat membacaku.
Bagaimana aku bisa yakin pada segala sesuatu di dunia yang dengan mudahnya bisa diubah dengan pikiran semata? dan yang paling membuatku takut adalah: aku tak bisa mengendalikannya.
Singkatnya, buku ini memiliki konsep cerita yang menarik terinspirasi dari fisika kuantum dan konsep Schrรถdinger's Cat yang belum pernah aku ketahui sebelumnya, which was a breath of fresh air for me. Mungkin akan lebih menarik jika dibaca oleh penggemar novel-novel sci-fi. Tetapi meskipun aku kurang menyukai buku ini, tidak menutup kemungkinan orang lain akan menyukainya lebih dariku karena semua itu tergantung selera:)

© books-over-all ©

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...