Wednesday, January 13, 2016

Book Review: Siever: Guardian of Victory by Winda Reksa

Penulis: Winda Reksa
Penerbit: Pionir Jaya
Tebal: 294
Format: Paperback
Terbit: November, 2015
Harga: Rp60.000 (Winda Reksa's blog)
Rating: 3 / 5 stars

Date started: 1 Januari, 2016 - Date finished: 13 Januari, 2016

Sinopsis:
Vance Peregrine begitu senang saat mendapati dirinya memiliki kekuatan spesial. Kini dia bisa masuk ke sekolah impiannya. Sebuah kejadian tak terduga menghantarnya menemui Avera Peregrine, kakak kelas bernama belakang sama dengannya. Tidak perlu waktu lama untuk membuat keduanya akrab.

Avera rupanya ketua Siever, tim elite sekolah. Semua siswa berlomba-lomba untuk bisa jadi anggota mereka. Termasuk Vance. Saat Siever mengadakan pencarian anggota, Vance dan Lee ikut tanpa pikir panjang. Sayangnya, pada suatu titik, Vance membuat kesalahan fatal.

Review:

Vance Peregrine akhirnya bisa bersekolah di Mircea, sekolah untuk anak-anak berbakat. Anak-anak yang bersekolah di Mircea semuanya memiliki bakat yang dinamakan pneuma. Itu menjadi hal paling bahagia baginya, sayangnya di sisi lain ia juga telah kehilangan kedua orang tuanya. Perasaan kehilangan tersebut membuat Vance tidak mudah akrab dengan teman-temannya. Tetapi di Mircea, Vance memiliki seorang sahabat yang juga teman sekamarnya yang bernama Lee Ledwin. Karena pribadi Lee yang supel Vance mengenal lebih banyak orang di sekolahnya itu.

Di Mircea, setiap siswa baru selalu memiliki seorang kakak pembimbing. Vance sendiri mendapatkan seorang Avera Peregrine, Avera adalah seseorang yang sangat terkenal di Mircea karena Avera Peregrine, adalah ketua Siever—organisasi elite sekolah yang terdiri dari lima murid paling berbakat. Selain itu Avera juga memiliki lebih dari satu pneuma (yang termasuk langka karena biasanya seseorang hanya memiliki satu pneuma). Mendapatkan kakak pembimbing yang terkenal tidak lantas membuatnya senang, Vance malah sedikit cemas karena dia masih belum menemui kakak pembimbingnya itu. Pertemuan Vance dan Avera terjadi di trial forest, saat dia dan Lee sedang melakukan sebuah simulasi yang awalnya harmless tapi malah menjadi berbahaya, Avera lah yang menyelamatkan mereka.

Menjadi anggota Siever adalah sebuah kehormatan, beban dan juga tanggung jawab yang tergolong berat. Sebagai seorang anggota Siever, mereka harus mendedikasikan diri mereka untuk membasmi monster-monster yang berkeliaran di luar sana. Vance ingin menjadi anggota Siever, maka pada saat Siever melakukan pencarian anggota baru tanpa berfikir dua kali dia pun ikut. Bersamaan dengan itu, tanpa ia sadari dia telah melakukan sebuah kesalahan besar. Vance melahirkan monster dari kegelapan yang ada di hatinya, dari rasa takutnya.
“Setiap manusia lahir dari kegelapan. Bayi sekalipun menyimpan bibit kegelapan. Kalau bibit itu sampa dibuahi, akan muncul monster darinya,”
Siever merupakan buku fantasi lokal pertamaku, sebelumnya aku belum pernah membaca buku fantasi karya penulis lokal meskipun aku memiliki beberapa buku dari seri Thermelian yang masih saja tertimbun dan belum kubaca. Waktu buku ini datang aku sempat kaget karena ternyata tebal juga dan jarak antar kata-kata di dalamnya tidak terlalu renggang membuatku agak sedikit malas membacanya (aku juga memiliki prinsip jika baca buku fantasi harus total memasuki dunianya). Tetapi ternyata aku cukup menyukai buku ini dan tidak terlalu susah untuk memasuki dunia di cerita buku ini karena world building-nya tidak terlalu rumit.

Awal baca buku ini agak membosankan karena banyak banget detail yang diceritakan oleh si penulis. Sepertinya si penulis ingin memberikan petunjuk mengenai setting dunia di cerita ini dengan sejelas-jelasnya. Kalo menurutku sendiri dari awal sampai akhir aku masih tidak mengerti sebenarnya ini di dunia fantasi atau masih di bumi. Kesimpulanku sih ini masih tetap di bumi, di negara yang normal mungkin juga bisa di Indonesia karena ada kata "es buah" di dalam buku ini nggak tau kenapa aku langsung mikirnya ini di Indonesia.
“Ya, mengorbankan sesuatu untuk mendapatkan yang lebih berharga. Membuang segala yang menghambat untuk maju sekalipun kamu sangat suka pada hal itu. Kadang, untuk berkembang, kita harus dipisahkan dengan hal-hal yang kita sayangi,”
Ada beberapa hal yang membuatku menyukai cerita buatan mbak Winda ini. Yang pertama adalah betapa kentalnya unsur persahabatan di ceritanya. Terutama antara Vance dan Lee, menurutku Lee adalah sosok teman yang baik sekali sudah seperti sidekick untuk Vance, selalu ada untuknya. Penulis berhasil membuat sebuah persahabatan yang enak sekali diikuti dan dibaca bagi pembacanya. Satu lagi soal pesan di buku ini, disini diceritakan kalau Vance menciptakan monster dari kegelapannya sendiri hal ini dikarenakan dia merasa bersalah atas kematian orang tuanya. Dari sini pembaca diajarkan untuk jangan terlalu menyalahkan diri sendiri to learn to forgive and forget supaya tidak menumpuk di dalam diri kita menjadi benalu di jiwa kita.

Ada juga hal yang agak kurang sreg untukku sebagai pembaca (mungkin karena aku belum pernah baca fantasi lokal sebelumnya). Seperti kata-kata fantasi aneh seperti Mircea, pneuma (aku taunya pneumonia) yang sampai akhir aku membaca bukunya masih kurang pas jika diucapkan. Selain itu cukup enjoyable buku ini untuk dibaca, hitung-hitung mencicipi novel fantasi lokal

Lastly, bagi kalian yang ingin memiliki buku ini bisa dibeli langsung ke penulis melalui blognya atau langsung email ke winda(dot)reksa(at)gmail(dot)com.

© books-over-all ©

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...