Saturday, August 1, 2015

Book Review: Berikutnya Kau yang Mati by Arie F. Rofian

Penulis: Arie F. Rofian
Penerbit: Moka Media
Tebal: 178
Format: Paperback
Terbit: Maret, 2015
Harga: Rp31.200 (BukaBuku)
Rating: 3 / 5 stars

Date started: 8 Juli 2015 - Date finished: 11 Juli 2015

Sinopsis:
Ini adalah kisah enam anak manusia, terpisah ruang dan jarak. Mereka semua tak saling mengenal. Mereka semua tak mengerti. Namun, tanpa pernah mereka sadari, mereka telah terjebak dalam lingkaran takdir kematian. tanpa bisa mereka tolak, kematian mengetuk pintu rumah mereka. Satu persatu, Dan sekarang, mereka harus menghadapi hal yang lebih menyakitkan dari kematian.

***
"Gelap dan hening. Terlampau hening, bahkan. Jantungku mendadak berdegup lebih keras. Tanganku meraba-raba, mencari pegangan untuk kemudian melangkah. Tak ada apa-apa, kecuali permukaan dinding yang memantulkan hawa dingin. Jari-jariku lantas menelusuri permukaan dinding secara perlahan. penelusuran itu baru berakhir ketika jariku mendapati gumpalan cairan yang kental membasahi dinding. Aku mengendus, mencium bau anyir dari jariku yang baru saja menyentuh dinding.

Darah!"
Review:
Berikutnya Kau yang Mati adalah kumpulan cerita pendek horror dimana para karakter utamanya meskipun tak saling kenal satu dengan yang lainnya, secara tidak langsung hal-hal yang terjadi pada mereka sebenarnya hanyalah efek domino dari suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang.

Ada enam cerita pendek di dalam buku ini, salah satunya adalah:

Jembatan Gantung
Bercerita tentang Agus dan Johan. Mereka adalah panitia makrab (malam keakraban) untuk sebuah universitas di Purwokerto. Pada saat merencanakan makrab Johan diperingati oleh sosok anak berambut gondrong yang mengatakan bahwa saat makrab nanti, apabila mereka memutuskan untuk menggunakan jembatan gantung akan ada petaka yang terjadi pada mereka.

Ini buku pertama yang aku menangkan dari giveaway Goodreads!

Aku sudah pernah mengatakan sebelumnya bahwa aku kurang terlalu suka membaca kumpulan cerpen. Pada suatu hari aku melihat buku ini ada di daftar giveaway di Goodreads, dengan niat iseng saja aku pun mengikutinya dan ternyata oh ternyata aku memenangkan giveaway itu. Sebelumnya aku sudah pernah membaca satu buku horror, yaitu Obsesi (buku pertama seri Johan) dan aku lumayan menyukainya, tegangnya lumayan dapet. Tapi disini horror-nya kurang terasa, lebih ke thriller-nya itupun tidak aku dapatkan di semua cerita pendek yang ada.

Mungkin memang untukku horrornya kurang dapet, karena kalau tidak salah yang memang menceritakan kalau ada hantu muncul hanya pada cerita pertama saja. Yang lainnya sepertinya tidak? CMIIW. Tapi yang perlu diacungi jempol adalah bagaimana dari enam cerita pendek yang ada di buku ini "benang merah"-nya itu terasa realistis, hubungan antara semua tokoh-tokoh cerita ini tidak terasa dibuat-buat melainkan sangat natural. Aku sendiri pada beberapa bagian buku ini sering berkata sendiri "Loh ini kan si ini dari cerita ini" dan "oh jadi ini sama ini saling kenal."

Cerita keenamnya sendiri menceritakan asal mula kenapa kelima cerita sebelumnya bisa terjadi, jadi bisa dibilang cerita keenamnya lebih ke prekuel untuk kejadian-kejadian cerita pendek yang lain. Yah, cukup memuaskan untukku cerita yang dibuat oleh si penulis disini. Endingnya juga tidak membuatku merasa ada yang kurang ataupun ada yang dilebih-lebihkan. Penulis juga mengangkat setting cerita di kota Purwokerto, yang mungkin tidak banyak penulis lain gunakan karena kebanyakan novel-novel menggunakan setting umum di ibukota.

Bagi pecinta cerita pendek dan cerita horror/thriller, mungkin bisa mencoba membaca novel debut karya Arie F. Rofian ini. Cukup pendek dengan halaman tak lebih dari 200, jadi bisa disantap dengan cepat dalam sehari.

Disclaimer: I received this book for free through Goodreads First Reads. So, thank you Goodreads, Redaksi Moka Media, and kak Dyah Rinni for the book:)

© books-over-all ©

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...