Thursday, February 19, 2015

Book Review: Good Fight (#JBOYFRIEND) by Christian Simamora

Penulis: Christian Simamora
Penerbit: GagasMedia
Tebal: 540
Format: Paperback
Terbit: Agustus, 2014
Harga: Rp 60,000 (BukaBuku)
Rating: 3½ / 5 stars

Date started: 9 Februari, 2015 - Date finished: 13 Februari, 2015

Sinopsis:
SAAT MEMUTUSKAN BUAT JATUH CINTA,

LO JUGA MEMBUKA KEMUNGKINAN
CINTA KELAK AKAN BERBALIK NYAKITIN LO...
Dear pembaca,

Rasanya seperti baru kemarin menyelesaikan draf pertama novel ini dan menyerahkannya ke redaksi. Dan kali ini, akhirnya aku mau berterus terang: Jethro Liem dan Tere diciptakan dengan asumsi bahwa mereka akan dibenci pembaca. Keduanya adalah karakter yang tak sempurna dan masing-masing punya alasan untuk tak saling jatuh cinta.
Fakta lainnya adalah: Good Fight ditulis di bawah pengaruh kuat pikiran sinisku saat itu: kalau benar cinta nggak pernah salah, kenapa justru susah sekali bertemu pasangan yang cocok lahir-batin? Dan kenapa yang sering terjadi justru kita harus berurusan dengan mantan ‘beracun’, hubungan tanpa masa depan, dan pengkhianatan yang berujung pada malam-malam penuh air mata?
Jadi bagaimana, setelah semua penjelasan tadi, apakah kamu masih mau menuruti rasa penasaranmu untuk mulai membaca novel ini? Kalau pertanyaan tadi kamu jawab dengan anggukan, aku benar-benar bersyukur sekali bisa mempersembahkan cerita ini untukmu. Selamat membaca dan, seperti biasa...

selamat jatuh cinta.
CHRISTIAN SIMAMORA
Review:
Good Fight menceritakan tenting dua orang yang bisa dibilang "musuh bebuyutan" si Jethro Liem dan Tere. Tere adalah seorang fashion editor untuk majalah fashion wanita, Mascara sedangkan Jet adalah seorang fotografer yang (kalo ga salah) kerjanya di majalah fashion laki-laki, Manner. Mereka bekerja di satu gedung yang sama.

Jet dan Tere tidak bisa melalui sehari tanpa saling memaki satu sama lain. Tere sangat membenci Jet padahal kenyataannya banyak sekali wanita dan pria yang menganggap Jet itu adalah makhluk yang oh so handsome. Tapi Tere tidak pernah melihat Jet seperti itu, dia tidak pernah tertarik sekalipun dengan si Jet.

But one night changed it all, sepulang dari sebuah after party. Jet mengantarkan Tere pulang, di rumah Tere mereka berdua saling bercerita mengungkapkan their dirty little secret dan ternyata mereka memiliki rahasia yang sama. Mereka berdua adalah simpanan orang lain!! Tere adalah simpanan seorang lelaki yang dulunya pacarnya tapi hubungannya tidak disetujui oleh orang tua si laki-laki yang ngomong-ngomong sekarang berstatus tunangan orang lain. Sedangkan Jet adalah seorang simpanan seorang wanita pengusaha kaya yang memiliki suami penyakitan. Setelah sesi bercerita ini mereka jadi memiliki pandangan yang berbeda antara satu sama lain.

Lalu, terjadilah lagi kejadian lift kantor mereka mati disaat hanya ada mereka berdua di dalamnya. Disini pula terjadi ciuman pertama antara mereka berdua. Sebenarnya mereka berdua memiliki rasa untuk satu sama lain tapi mereka susah mengungkapkannya karena sudah bermusuhan sejak lama.

But, another event happened again on another day mereka akhirnya memutuskan untuk mengesampingkan keraguan mereka akan konsekuensi mereka berpacaran. So, they lived happily ever........NOT!! Bagaimana mereka bias bahagia disaat mereka berdua masih berstatus "simpanan" orang lain yaaaaaaaa. Bacalah bukunya kalau ingin tahu lebih lanjut!
"Kamu pengin aku ngerayu kayak gimana sih?"
Jet berpikir sejenak. "You are the only person that can make my heart beat faster and slower at the same time," katanya lembut sambil meletakkan pelan tangan Tere ke dadanya.
Ini buku pertama Christian Simamora yang aku baca, dan aku lumayan suka dengan cerita ini. Gaya penulisan Christian yang bisa kubilang casual menggunakan bahasa yang "santai" membuatku mudah mengerti ceritanya.

Karakter-karakter yang dibuat oleh si penulis ini juga mudah dipahami dan beragam juga. Ada unsur LGBT-nya disini untuk dua karakter kalo tidak salah, yang satu L dan yang satu lagi G. Sebenernya, agak nggak penting sih nyebutin ini tapi ini kali pertamaku saja membaca buku dengan unsur LGBT. Buku ini ditulis sejauh pemahamanku sih dengan multiple perspectives, karena disaat aku membaca buku ini aku merasa kadang menjadi Tere dan kadang menjadi Jet. Eksekusi penulisan sudut pandang berbeda-beda ini juga cukup baik menurutku karena aku bisa memebedakan aku sedang menjadi Tere atau sedang menjadi Jet.
"Tapi, bukannya itu memang justru risikonya? Saat memutuskan buat jatuh cinta, lo juga membuka kemungkinan cinta kelak akan berbalik nyakitin lo...."
Sayangnya aku menemukan beberapa typo yang sebenarnya sih tidak bermasalah buatku tapi mungkin bagi pembaca lain bisa mengganggu (padahal ini udah buku versi cetak ulang loh!!). Yang disayangkan lagi dari buku ini adalah adanya beberapa grammatical error dalam penggunaan bahasa inggrisnya, ini baru menggangguku since I am a self-proclaimed grammar nazi jadi aku suka agak ga enak gitu kalo baca novel Indonesia yang menggunakan bahasa inggris tapi ada grammatical error-nya. Sayang banget kan!? (Oke, fix ini sombong banget mohon abaikan wkwk)
Here's the point about relationship: syaratnya harus ada di waktu dan situasi yang pas. Kalo jaraknya terlalu meet dengan hubungan sebelumnya, bisa dipastikan yang baru ini nggak lebih dari sekedar rebound atau pelarian. Tapi, jangan terlalu jauh juga. Orang patah hati punya kecenderungan jadi kebal sama cinta dan malah ends up lebih nyaman berlama-lama hidup sendiri ketimbang mempertaruhkan perasaannya lagi demi cinta yang baru.
Untuk nilai overall-nya, saya merekomendasikan buku ini untuk para remaja maupun yang sudah dewasa pokoknya udah 18++ umurnya karena ada unsur dewasanya di buku ini. Ceritanya mudah dimengerti dan humornya juga dapet. Lumayan kerasa juga sih feel-nya kehidupa kerja di sebuah kantor majalah. Yah memang mengusung tema yang sudah umum di novel romance Indonesia ya itu "benci jadi cinta" tapi tetap saja menarik untuk dibaca.

© books-over-all ©

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...