SOCIAL MEDIA

Sunday, April 5, 2015

Book Review: Obsesi (Johan, #1) by Lexie Xu

Penulis: Lexie Xu
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 240
Format: Paperback
Terbit: Oktober, 2010
Harga: Rp30.000 (BukaBuku)
Rating: 3½ / 5 stars

Date started: 3 April 2015 - Date finished: 4 April 2015

Sinopsis:
Halo, namaku Jenny Angkasa dan hidupku saat ini bagaikan deretan mimpi buruk.

Pertama-tama, aku dimusuhi Hanny, cewek paling populer di sekolah yang tadinya adalah sahabatku satu-satunya. Mantan sohibku itu kini menganggapku lebih rendah daripada amuba, bahkan aku dikutuk untuk menjalani hidup sial selamanya.
Kedua, dua teman sekelasku yang memiliki nama yang sama denganku mengalami kecelakaan yang sangat mengerikan. Berdasarkan observasi umum, aku akan menjadi korban berikutnya. Bagaimana aku tidak deg-degan?
Ketiga, aku mulai uring-uringan tinggal di rumah yang sudah kudiami selama enam tahun terakhir ini. Memang sih, kabarnya rumahku dihantui oleh wanita bergaun putih dan berambut panjang serta seorang anak perempuan kecil. Tapi selama ini kami hidup berdampingan tanpa saling mengganggu kok. Kini, mendadak saja di rumahku muncul kejadian misterius.
Apa yang terjadi sebenarnya? Benarkah penyebab semua masalah ini adalah hantu-hantu masa lalu? Atau gara-gara kutukan Hanny yang ternyata manjur banget?

Atau ada misteri lain di balik semua ini?

Review:
Obsesi bercerita tentang dua sahabat bernama Hanny dan Jenny. Hanny dan Jenny adalah murid di SMA Persada Internasional. Hanny dan Jenny ini sangat berbeda satu sama lain tapi itulah yang membuat mereka akrab dan bersahabat. Hanny adalah anak yang populer, cantik, dia sudah pernah berpacaran dengan sebagian besar cowok di sekolah itu dia jugalah yang mencampakkan mereka setiap waktunya. Sayang, Hanny bukanlah anak yang pintar keahliannya hanya ada di seni. Sebaliknya, Jenny adalah anak yang tidak populer, pendiam, pintar, dan dia tidak pernah dilirik cowok di sekolahnya.

Suatu hari, Hanny diajak kencan oleh Tony, senior di sekolah dan cowok paling ganteng di sekolah. Dia pun tak menolaknya, kencan itu diikuti oleh Tony, Markus, Jenny, dan Hanny tentunya. Setelah kencan itu Tony menembak Hanny dan mereka pun jadian. Hal ini tak berlangsung lama karena keesokan harinya Hanny langsung dicampakkan oleh Tony. Hanny yang sedang kesal dan marah, dihasut oleh Johan, teman sekelasnya dan anak paling aneh di sekolah. Johan mengatakan bahwa Tony jadian dengan Hanny hanya untuk sebuah taruhan yang juga sudah diketahui oleh Jenny.

Merasa ditikam dari belakang Hanny memutuskan persahabatannya dengan Jenny. Karena marah Hanny pun mengutuk Jenny supaya hidupnya sial. Tak lama kemudian pada hari-hari berikutnya, hal-hal buruk mulai terjadi di sekolah terhadap teman sekelas Hanny yang bernama Jenny. Pertama kepada Jenny Bajaj lalu Jenny Tompel dan selanjutnya adalah giliran Jenny Jenazah, sahabat Hanny.

Semua mengira ini karena kutukan Hanny, tapi Jenny tidak percaya hal seperti itu. Karena ingin mengetahui jawabannya Jenny pun melakukan investigasi bersama Tony dan Markus namun hal yang mereka temukan justru bukanlah hal yang mereka bayangkan sebelumnya.
"Nggak bohong," ulangnya sekali lagi dengan suara lebih keras. "Kamu kira aku udah mati, ya?" Nggak mungkin, Jen. Aku nggak bakalan mau mati sebelum pacaran sama kamu."
Obsesi adalah novel teenlit bargainer thriller pertamaku dan harus kukatakan novel ini tidak mengecewakan sama sekali. Menurutku untuk novel thriller ini cukup bagus, pada beberapa adegan-adegan dalam buku ini aku sempat terkaget dan tak tahu mengapa ada beberapa bagian yang lucu di buku ini menurutku salah satunya adalah nama panggilan para Jenny aku paling suka dengan Jenny Tompel karena kalau kita ingin memanggilnya kita hanya tinggal bilang "Pel!"

Buku ini ditulis melalui dua sudut pandang karakter utama yaitu, Hanny dan Jenny. Menurutku eksekusi penceritaan melalui dua karakter ini sudah cukup sukses, pembaca dapat dengan mudah membedakan sudut pandang siapa yang sedang mereka baca. Dengan cara ini pun kita bisa mengetahui lebih dalam masing-masing karakter utama di buku ini.

Ceritanya ngalir, mudah dipahami, untuk segi thriller-nya yang paling menegangkan buatku adalah adegan-adegan menuju ending buku ini. Rasa-rasanya seperti kita sedang melihat kejadian yang ditulis di buku itu secara langsung dan mikir gimana rasanya ya kalo di posisi mereka (udah ngompol di celana kali ya? lol).

Kalau bisa kasih saran, menurutku pemeran antagonisnya disini kurang jahat. Dia juga diceritakan sebagai orang yang pintar tapi ada beberapa kejanggalan yang menunjukkan bahwa dia sebenarnya tidak sepintar itu. Tapi, karena ini masih buku pertama mungkin pemeran antagonisnya akan lebih jahat lagi di buku-buku selanjutnya dalam seri ini? Mungkinkah? Aku harap begitu!

Singkat cerita, apabila kalian sedang mencari bacaan yang ringan dan cepat selesainya tapi bosan dengan buku-buku teenlit yang sering-sering lebih ke romance bolehlah dicoba baca buku ini ga bakal nyesel kok.

This post is intended for the 13 Days Reading Children and Young Adult's Literature.

© books-over-all ©

No comments

Post a Comment