Monday, January 5, 2015

Movie Adaptation Review: Assalamualaikum Beijing

Judul: Assalamualaikum Beijing
Disutradari oleh: Guntur Soeharjanto
Genre: Drama, Religi
Rilis: 30 Desember, 2014
Durasi: 90 menit
Pemain:
Revalina S. Temat (Asmara)
Morgan Oey (Zhongwen)
Laudya Chyntia Bella (Sekar)
Deddy Mahendra Desta (Ridwan)
Ibnu Jamil (Dewa)
Cynthia Ramlan (Anita)
Rating: Acceptable (CineTariz)
Sehari sebelum pernikahan dilangsungkan, Asmara (Revalina S. Temat) mendapatkan kenyataan pahit bahwa kekasihnya, Dewa (Ibnu Jamil) ternyata sempat berselingkuh dengan teman sekantornya Anita (Cynthia Ramlan).

Walau Dewa memohon agar pernikahan tetap dilanjutkan, Asma terlanjur patah hati. Terlebih, hubungan sekali yang dilakukan ternyata membuahkan janin, Anita hamil.

Dengan membawa kesedihan, Asma pun menerima tawaran pekerjaan di Beijing, peluang yang didapatkan lewat bantuan Sekar (Laudya Cynthia Bella) dan Ridwan (Deddy Mahendra Desta), suaminya. Di Beijing dalam salah satu perjalanan, Asma bertemu Zhongwen (Morgan Oey), lelaki tampan yang memperkenalkannya akan legenda cinta Ashima, putri cantik dari Yunan. Kebaikan dan perhatian Zhongwen, membuat Asma perlahan membuka hati. Walaupun sempat gamang ketika Dewa menyusulnya ke Beijing. Sayang, sebelum hubungan berlanjut, Asma terkena APS, sebuah sindrom yang membuat nyawanya terancam dan bisa menemui kematian setiap waktu. Sebuah drama penutup akhir tahun, yang mengajarkan kepada kita: Jika tak kau temukan cinta, biarkan cinta menemukanmu.
Sedikit cerita asal mula kenapa aku nonton film ini. Tadi pagi rencananya aku sama ibuku mau ke Mojokerto nyobain KA Jenggala tapi sayangnya kehabisan tiket, karena udah terlanjur keluar rumah yaudah deh sekalian aja alternatif lain ya ke Mall aja dan nonton film. Awalnya kepengen nonton The Hobbit tapi ibuku belum menonton dua film sebelumnya jadi takutnya nanti nggak nyambung, akhirnya ikut keinginan ibuku deh yang udah ngebet banget pengen nonton film ini. Dan harus aku katakan bahwa film pilihan ibuku ini nggak salah pilih! Aku suka banget!!

Mari kita lihat review-ku
*this post doesn't contain spoilers
Perlu kalian ketahui, aku biasanya kurang tertarik menonton film Indonesia di bioskop karena kurang percaya sama kualitasnya (lebih sering mengecewakan) tapi baru-baru ini aku lihat film Indonesia mulai mengeluarkan film-film yang berkualitas dan patut diacungi jempol. Film ini salah satunya.

Sinopsis yang aku ambil dari website Cinema 21 sudah cukup menggambarkan ceritanya. Tema yang diusung di film ini adalah "jatuh-cinta-beda-agama" dimana pemeran utamanya si Asma setelah dikhianati oleh kekasihnya pergi ke Beijing untuk bekerja dan bertemu Zhongwen dan mulai jatuh cinta padanya, meskipun Zhongwen ini tidak memiliki agama (atheist). Disini-lah letak konfliknya dimana sebenarnya mereka saling menyukai satu sama lain tetapi tidak mungkin bersama karena mereka memiliki agama yang berbeda ditambah dengan mantan kekasih Asma yang masih mengejarnya meskipun sudah beristri dan juga Asma yang mengidap APS (antiphospholipid syndrome) dimana darahnya bisa mengental setiap saat membuat kondisinya rentan terhadap stroke maupun kebutaan sehingga dia terpaksa kembali ke Indonesia untuk berobat dan berpisah dengan Zhongwen.

Banyak sekali hal-hal yang aku sukai dari film ini. Yang pertama, di film ini ada humornya, sedihnya, dan romantisnya. Humornya pas sekali menurutku dan bisa membuatku tertawa, adegan sedihnya juga bisa membuatku mengeluarkan air mata nggak cuma sekali, dan adegan romantisnya pas tanpa terkesan cheesy.

Me, watching this movie
Yang kedua, dari segi penokohan, aku tidak bisa mengomentarinya karena belum membaca bukunya jadi belum tahu apakah sesuai dengan deskripsi si penulis atau tidak. Namun, karakter-karakter di film ini menurutku sudah pas dalam perannya masing-masing. Karakter kesukaanku adalah Sekar Wulandari, teman dari Asma yang diperankan oleh Laudya Chintya Bella. Sekar ini adalah tokoh sahabat yang supportive terhadap Asma, dia juga sangat percaya dengan adanya cinta dan romantic gestures karena kebanyakan nonton drama Korea (aku sendiri juga mulai tertarik dengan dunia drama Korea setelah menonton The Heirs).

Yang ketiga, setting di film ini yang di Beijing seolah membawa kita berjalan-jalan singkat kesana. Menuju The Great Wall, Temple of Heaven, maupun Patung Ashima. Hal yang menarik disini, salah satu pemeran di film ini yang memainkan Sunny (tour guide Asma di Beijing) sangat lancar berbicara bahasa indonesia sehingga membuatku berfikir karena di 2015 ada ASEAN Economic Community dan sepertinya Cina lebih siap daripada Indonesia ya?! (oke, ini agak out of topic).

Yang disayangkan dari film ini adalah product placement yang very very obvious dan kurang subtle. Ini memang seeing kita lihat di banyak film Indonesia. Mungkin Indonesia bisa belajar dari luar negeri yang product placement-nya lebih subtle seperti film Interstellar dimana produk yang dimasukkan ke dalam film berperan penting dalam plot filmnya.

Sekian dari review film ini. Yang jelas secara keseluruhan film ini layak untuk ditonton dan pasti kita tidak menyesal menonton film ini (I know I didn't). Oh ya, setelah menonton film ini aku jadi sangat penasaran dengan bukunya. Jadi, aku akan sesegera mungkin membeli bukunya dan membacanya.

Trailer filmnya untuk lebih meyakinkan kalian untuk menontonnya:)

© books-over-all ©

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...